Penulis: Meti Herawati

Tahun Terbit: 2014

Judul: Secangkir Kopi Kehidupan Guru

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Buku Secangkir Kopi Kehidupan Guru ini menceritakan kisah perjalanan penulisnya, Meti Herawati, ketika menjadi seorang guru. Herawati adalah seorang alumnus IKIP Bandung, Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial, jurusan Sejarah. Kehidupannya sebagai guru dimulai setelah lulus dari pendidikan keguruan tersebut.

Namun, Herawati tidak memilih menjadi guru di kota yang memiliki gaji besar. Dia lebih memilih mengajar di daerah pedesaan yang gajinya relatif kecil dan lumayan cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Ditambah lagi, latar cerita ini adalah ketika dia belum berkeluarga dan untuk keuangan sehari-hari masih dibantu oleh orangtuanya.

Sepanjang kehidupannya sebagai guru di pedesaan, banyak warna-warni yang dia alami. Mulai dari cara mengatasi seorang anak yang bandel sehingga menjadi anak yang berjiwa pemimpin, mengatasi anak yang galau karena dikecewakan pacarnya, lalu anak yang selalu terlambat masuk kelas yang ternyata alasannya terlambat itu membuat kagum Herawati, ada pula anak yang tiba-tiba kesurupan yang ternyata ada kekosongan psikologis yang dialami oleh siswinya tersebut sehingga gampang kesurupan.

Gaya bercerita yang terdapat di dalam buku ini relatif mengalir dan menggunakan diksi yang mudah dipahami, sama seperti gaya bercerita Tere Liye. Walaupun ide penulisan buku cerita ini diangkat dari kisah nyata seperti Andrea Hirata dalam menulis tetralogi Laskar Pelangi, namun nampaknya Herawati tak ingin membuat pembaca kewalahan dalam memahami makna dari diksi-diksi sulit yang dirangkai seperti Hirata dengan Laskar Pelangi-nya. Sehingga akhirnya, saya pun sebagai pembaca dapat membaca buku ini dengan lancar dan tanpa hambatan.

Di akhir buku ini, tertuang puisi yang seakan menjadi kesimpulan atas rentetan peristiwa yang dialami Herawati selama menjadi guru di pedesaan.