Hidup penuh dengan keramaian.

Ketika pergi ke pasar merasakan keramaian. Ketika datang ke toko, jalanan penuh ramai. Ketika menghampiri rumah sakit, penuh keramaian.

Di manakah aku dapat merasakan sunyi?

Keramaian yang sungguh mengusik ini bahkan hadir di genggaman tangan setiap detiknya: HP.

Memang tak bisa disangsikan, kita perlu yang namanya HP untuk dapat berkomunikasi satu sama lain. Tapi, kalau komunikasi terus-terusan, maka kata akan kehilangan makna dan waktu akan kehilangan esensi sehingga kita hidup dalam kehampaan seakan-akan hidup namun mati.

Terlalu mbulet ya kata-katanya. Tapi memang begitu sih. Dengan keramaian yang semakin dekat dalam kehidupan kita, akhirnya fokus pun hilang dan kekuatan semakin melemah.

Solusinya satu: silent aja HP-nya.

Udah berani mencoba? Siap-siap ya menerima risikonya dengan tidak update tentang berbagai hal yang terjadi dalam keriuh-ramaian dunia media sosial dan instant messaging. Kita perlu untuk mendapatkan kesunyian karena di situlah letak kekuatan dan di situlah kita bisa menggali sebanyak-banyaknya kekuatan yang kita dapatkan dalam limpahan fokus.

Oke, artikel ini dalam sudut pandang cowok ya sebagai makhluk visual bukan sebagai makhluk verbal. Katanya sih, kalau cewek suka keramaian. Katanya.

Aku sih mulai mencoba dari pagi ini untuk men-silent HP supaya aku bisa fokus pada kehidupanku dan dapat melakukan segalanya semaksimal mungkin. Semoga istiqomah.